Ada yang bisa kami bantu?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 62818283103
● online
- Kumpulan Puisi Anak - Ustadiyatun....
- Catata Salma....
- NJEMPARING TEH....
- MEMBACA TAHU SEGALA Upaya Menumbuhkan Minat Baca....
- SUPERVISI AKADEMIK Meningkatkan Kompetensi Guru....
- College Ball Penerapannya dalam Pembelajaran IPS....
- STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN Teori dan Impl....
- KOSONG - Kumpulan Puisi....
Peran Pendidikan Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak

Kuwat Dwi Restyowati (Guru SMPN 1 Punggelan Kab. Banjarnegara Jawa Tengah)
Keluarga merupakan institusi pendidikan pertama bagi anak, proses pembelajaran pertama anak diperoleh dari lingkungan keluarganya. William Bennett menyampaikan keluarga merupakan tempat yang paling awal dan efektif untuk menjalankan fungsi Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan. Apabila keluarga gagal untuk mengajarkan kejujuran, semangat, keinginan untuk menjadi yang terbaik, dan kemampuan-kemampuan dasar, maka akan sulit sekali bagi institusi-institusi lain untuk memperbaiki kegagalan-kegagalannya (Megawangi, 2003).
Akibat dari kegagalan keluarga dalam membentuk karakter pada anak berdampak pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Untuk itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter suatu bangsa sangat tergantung pada pendidikan karakter di rumah.
Pendidikan Karakter dalam Keluarga
Kata “Pendidikan Karakter” tentu tidak asing bagi kita. Pendidikan karakter adalah segala upaya yang dilakukan oleh guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Dalam hal ini guru bertugas membantu membentuk watak peserta didik. Hal tersebut mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya (Zubaedi, 2011 : 19).
Berbeda dengan Zubaedi, Akhmad Muhaimin Azzet (2011 : 36) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter yang baik kepada semua yang terlibat dan sebagai warga sekolah, sehingga mempunyai pengetahuan, kesadaran, dan tindakan dalam melaksanakan nilai-nilai tersebut. Definisi tersebut lebih luas dari pada pendapat Zubaedi yang hanya memfokuskan pendidikan karakter sebagai tugas seorang guru.
Misiam (2020 : 67) memberikan definisi pendidikan karakter sebagai usaha sadar, terencana, dan berkelanjutan yang ditujukan kepada peserta didik agar mereka dapat memahami nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh suatu masyarakat dan mengamalkan dengan komitmen tinggi serta tulus nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter bukan hanya sebatas transfer pengetahuan tentang nilai-nilai, melainkan lebih dari itu. Pendidikan karakter juga melibatkan aspek afektif dan psikomotor anak, karena selain anak memahami apa itu karakter yang baik, anak harus mampu bersikap dan berbuat yang mencerminkan pemahaman, kecintaan, dan komitmen yang tinggi akan karakter mulia.
Purnama (2020: 93) memberikan pengertian Pendidikan Karakter sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20, bab II pasal 3 Tahun 2003 bahwa dalam pendidikan karakter setidaknya ada enam aspek yaitu: bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berilmu & cakap, kreatif & mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Keenam hal tersebut adalah perwujudan karakter yang diharapkan dari pelaksanaan pendidikan karakter.
Dari penjelasan di atas, maka pendidikan karakter yang dilaksankan di lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan:
- Memberikan pembelajaran agama
Sudah sangat umum dan lajim ditemui, untuk menanamkan keyakinan dan ketauhidan anak, orang tua mengarahkan anak-anaknya untuk mengkaji ilmu agama di lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini bertujuan untuk menanamkan ketaqwaan anak kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta pendidikan akhlak.
- Membiasakan adab dan sopan santun
Pembiasaan adab dan sopan santun perlu selalu diterapkan di dalam keluarga, hal ini sebagai pembiasaan kepada anak agar menjadi terlatih dan terbiasa untuk senantiasa berlaku sopan dan beradab kepada siapa saja.
- Menanamkan rasa tanggung jawab
Anak perlu dilatih untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab, orang tua dapat menanamkannya dengan memberikan tugas dan kewajiban kepada anak-anaknya sebagai bentuk pembiasaan, seperti: membersihkan/merapikan tempat tidurnya, bertanggung jawab merawat terhadap barang-barang miliknya, membersihkan halaman, atau tugas lain yang sifatnya rutin dilaksanakan.
- Memberikan kebebasan berkreasi
Dunia anak adalah dunia bermain, melalui bermain mereka banyak belajar, untuk itu orang tua juga harus bijak dalam memberikan waktu kepada anak-anaknya untuk bermain, hal ini untuk menumbuhkan dan menggali bakat anak dan sekaligus belajar bersosialisasi dengan banyak orang.
Tags: Akhlak, buku anak, demo, ecommerce, Motivasi hidup, olzhop, Pendidikan Karakter, pendidikan keluarga
Peran Pendidikan Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak
Korupsi di negeri kita tercinta ini sepertinya sudah terlanjur mendarah daging, ibaratkan penyakit sudah sampai tahap kronis dan stadium tertinggi.... selengkapnya
Oleh: Herni Karjawati, S.Pd., M.Pd.* Salah satu tujuan Negara Republik Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam mukodimah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disana... selengkapnya
Minat baca Bangsa Indonesia saat ini masih sangat memprihatinkan, hal ini dapat tercermin dari data yang disajikan melalui hasil survei... selengkapnya
Oleh: Aad Tugiono, S.Pd. Pendidik di SD Neger 25 Tumbang Titi Kab. Ketapang Provinsi Kalimantan Barat Perempuan hingga saat... selengkapnya
Oleh: Indra Hari Purnama Founder Rumah Baca Purnama Tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila, dipilihnya tersebut merujuk pada momen sidang Dokuritsu... selengkapnya
Oleh: Indra Hari Purnama (Penulis & Founder Rumah Baca Purnama) “Berikan aku 1000 orang tua, maka akan aku cabut semeru... selengkapnya
Keluarga merupakan institusi pendidikan pertama bagi anak, proses pembelajaran pertama anak diperoleh dari lingkungan keluarganya. William Bennett menyampaikan keluarga merupakan... selengkapnya
Facebook, siapa yang tidak tahu dan menggunakan situs ini? Banyak orang sudah menggunakan jaringan facebook baik pelajar, mahasiswa, profesional dan... selengkapnya
Belajar merupakan suatu proses yang kompleks dimana proses tersebut terjadi dalam diri setiap manusia sepanjang hidupnya, sejak dia lahir (masih... selengkapnya
Pandemi Covid-19 berdampak kepada terjadinya perubahan di berbagai sektor, salah satunya adalah pendidikan. Kondisi Pendidikan pada masa itu menyebabkan ketertinggalan... selengkapnya
Penulis: Dwi Purbaningrum, S.Pd.Si, M.Pd. ISBN: 978-623-6161-98-2 17 x 23 cm HVS 70 Ivory 260 Glosy Buku ini ditulis sebagai… selengkapnya
Rp 69.900 Rp 76.000Penulis: Durahman Marpaung, S.E., M.M. ISBN : 978-623-6161-42-5 Editor : Drs. H. Erawan Aidid, M.Pd. Desain Sampul : Iskandar Husen… selengkapnya
Rp 69.900 Rp 76.000Penulis: Albaihaqi Anshor, Azqila Rizky, Christina Winata S ISBN : dalam proses Editor … selengkapnya
Rp 37.600 Rp 46.000Penulis : Elyvia Widyaswarani, M.Pd. ISBN … selengkapnya
Rp 78.800 Rp 89.900Penulis: Istiqomah, M.Pd. ISBN : 978-623-8500-15-4 Editor : Indra Hari Purnama Desain cover : Muhamad Lutfi Tata Letak : Prisma… selengkapnya
Rp 69.000 Rp 86.000Penulis: Elyah Hanifah, M.Pd. Buku ini memuat semua materi Bahasa Indonesia Kelas X berdasarkan Kurikulum 2013 Revisi 2019 Untuk SMA/SMK/MAK… selengkapnya
Rp 69.999 Rp 76.000Penulis: Lilis Ujianti Editor : Indra Hari Purnama x+90 13×19 Persoalan nikah, di negara kita Indonsia telah mengatur tentang batasan… selengkapnya
Rp 48.900 Rp 54.000Penulis: Abhinaya Murtaza, Afriza Alkautsar, Aldilla Shinta BY, Assyifa Khammidah S, Denis Panji Nugroho, Dicka Rizky Wardhana, Dzulqarnain Al Fakri, Eka… selengkapnya
Rp 37.500 Rp 48.000Melalui buku ini, Penulis mencoba satu pembaharuan untuk meningkatkan keterampilan memahami materi pembelajaran melalui penggunaan metode diferensiasi. Penggunaan metode ini… selengkapnya
Rp 58.000 Rp 68.000Penulis: Dr. Shobrun Jamil, S.Pd.I., M.A. Muhammad Aqsho, M.A. … selengkapnya
Rp 75.600 Rp 89.000

.Pembentukan karakter itu harus diutamakan. Artikel ini luar biasa cukup menginspirasi bagi keluarga kami.
21 October 2022 | 6:53 pm