Ada yang bisa kami bantu?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 62818283103
● online
- JARI AJAIB Rahasia Belajar Menghitung, Membaca, da
- MEDIA CHARTA; Penggunaannya dalam Belajar Koordina
- Meningkatkan Hasil Belajar dengan Metode Berbasis
- BELAJAR MATEMATIKA dengan MODEL PEMBELAJARAN SNOWB
- ARITMATIKA SOSIAL BERBASIS HIGHER ORDER THINKING
- Cerita di Bulan Purnama
- LEMBARAN MERAH Antologi Puisi Penuh Arti
- BOCAH KOK NIKAH
PANCASILA BUKAN HANYA DIHAFALKAN TAPI DIAMALKAN
Oleh: Indra Hari Purnama
Founder Rumah Baca Purnama
Tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila, dipilihnya tersebut merujuk pada momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan/BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia. Badan ini menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945. Pada akhirnya “dasar” negara sebagaimana tertuang pada alinea terakhir Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, bahwa kelima sila yang terdapat dalam Pancasila merupakan representatif dari “dasar” negara Republik Indonesia.
“…maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Baca juga: PPP & PPR TERGET KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH
Berpijak dari mukadimah Undang-Undang Dasar tahun 1945 tersebut di atas, mengajarkan pada para penyelenggara negara dalam setiap langkah dan upayanya senantiasa berpijak dan berpedoman kepada ke-lima sila yang terdapat dalam Pancasila. Tidak hanya para penyelenggara negara saja, warga negaranyapun memiliki keharusan untuk menjalankan dan mengamalkan Pancasila dalam kesehariannya.
Jika kita pelajari dan kaji, ajaran yang ada dalam setiap sila Pancasila, semuanya merujuk dari ajaran agama, dan tidak ada yang menyimpang dari ajaran agama. Kenapa ini menjadi penting dibicarakan, karena di luar sana masih banyak yang beranggapan bahwa Pancasila tidak perlu diterapkan. Padahal jika kita paham agama dan menjalankan perintah agama secara tidak langsung dan otomatis juga menjalankan apa yang termaktub dalam Pancasila.
Pancasila mengajarkan kita untuk saling menjaga, saling menghormati, saling bijaksana, mengedepankan musyawarah, hikmat dalam kepemimpinannya, mengedepankan persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi keadilan, dan yang paling utama ber ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Sehingga sangat jelas, mereka yang ber-Tuhan pastinya akan Takut kepada Tuhan, jika takut kepada Tuhan sudah dipastikan memiliki akhlak yang baik, beradab, dan menjadi manfaat untuk umat.
Baca juga: PEMUDA DAN PERANNYA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, akan tetapi diimplemntasikan dalam kehidupan, baik kehidupan berbangsa maupun kehidupan pribadi, sebagai dasar menjadi warga yang baik dan cinta kepada negara dan bangsanya. Implemnetasi yang seperti apa ?, implementasi dengan saling menghormati, berperilaku adil, dan beradab (sopan santun yang baik), menjaga persatuan (tidak saling hujat, adu domba, saling menjatuhkan), memimpin dengan hikmat, dan mengedepankan musyawarah, berpikir dan bertindak secara adil untuk seluruh rakyat, dan semua itu tentunya kita mintakan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa.
Tags: Dasar Negara, PANCASILA, Pelajar Pancasila
PANCASILA BUKAN HANYA DIHAFALKAN TAPI DIAMALKAN
Pandemi Covid-19 berdampak kepada terjadinya perubahan di berbagai sektor, salah satunya adalah pendidikan. Kondisi Pendidikan pada masa itu menyebabkan ketertinggalan... selengkapnya
Oleh: Indra Hari Purnama Founder Rumah Baca Purnama Tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila, dipilihnya tersebut merujuk pada momen sidang Dokuritsu... selengkapnya
Belajar merupakan suatu proses yang kompleks dimana proses tersebut terjadi dalam diri setiap manusia sepanjang hidupnya, sejak dia lahir (masih... selengkapnya
Di jelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tahun 2007 tentang standar Kompetensi Kepala Sekolah berikut ini, yakni: dimensi kompetensi kepribadian,... selengkapnya
Korupsi di negeri kita tercinta ini sepertinya sudah terlanjur mendarah daging, ibaratkan penyakit sudah sampai tahap kronis dan stadium tertinggi.... selengkapnya
Oleh: Aad Tugiono, S.Pd. Pendidik di SD Neger 25 Tumbang Titi Kab. Ketapang Provinsi Kalimantan Barat Perempuan hingga saat... selengkapnya
Oleh: Indra Hari Purnama (Penulis & Founder Rumah Baca Purnama) “Berikan aku 1000 orang tua, maka akan aku cabut semeru... selengkapnya
Keluarga merupakan institusi pendidikan pertama bagi anak, proses pembelajaran pertama anak diperoleh dari lingkungan keluarganya. William Bennett menyampaikan keluarga merupakan... selengkapnya
Oleh: Herni Karjawati, S.Pd., M.Pd.* Salah satu tujuan Negara Republik Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam mukodimah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disana... selengkapnya
Minat baca Bangsa Indonesia saat ini masih sangat memprihatinkan, hal ini dapat tercermin dari data yang disajikan melalui hasil survei... selengkapnya
Puisi karya Sutiyani ini berjudul KELUARGAKU, dengan pola Akrositik
Rp 40.500 Rp 48.000Buku Bekantan Bijak dan Misteri Sungai Seleq:Kumpulan Cerita Fantasi Bertema Kearifan Lokal Kutai Timur, menghadirkan cerita-cerita fantasi yang sarat makna. Buku ini… selengkapnya
Rp 100.000 Rp 113.000Penulis: Drs. Mohammad Abdul Zaini Buku ini dapat digunakan sebagai asupan belajar FISIKA untuk siswa kelas X SMK Dapat… selengkapnya
Rp 40.500 Rp 54.000Penulis: Albaihaqi Anshor, Azqila Rizky, Christina Winata S ISBN : dalam proses Editor … selengkapnya
Rp 37.600 Rp 46.000Penulis: Ariel Riyadi Pratama, dkk viii+124 ISBN : dalam proses Editor : Indra Hari Purnama Desain Sampul : Iskandar Husen… selengkapnya
Rp 48.500 Rp 57.000Penulis: Idayanti, S.Si., M.Pd. 17×25 cm; 96 halaman; ISBN (dalam proses) Buku ajar ini disusun berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis… selengkapnya
Rp 78.000 Rp 88.000Penulis: Dr. Shobrun Jamil, S.Pd.I., M.A. Muhammad Aqsho, M.A. … selengkapnya
Rp 75.600 Rp 89.000Penulis: Eem Sulaemah, Sri Mukmini, Deswita, Ipan, Martini, Meila Azzahra, Veriyanti, Istiyani, A…. selengkapnya
Rp 36.900 Rp 45.500Penulis: Agus Prastya Bakti Ada beberapa alasan penting mengapa sistem pengajaran system kredit semester perlu dipakai lebih sering di sekolah…. selengkapnya
Rp 48.900 Rp 54.000Orang tua membekali dengan nasehat agar memenuhi tanggung jawab yang merupakan satu anugerah tak ternilai. Guru adalah profesi yang mulia,… selengkapnya
Rp 84.900 Rp 98.500



Saat ini belum tersedia komentar.